KAJIAN KONSEP IMAGEABILITY DAN PERMEABILITY DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PUSAT KOTA KOWLOON HONG KONG

  • Putra Fajar Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Ari Widyati Purwantiasning Universitas Muhammadiyah Jakarta
Keywords: imageability, kawasan, metode kualitatif, permeability, pusat kota

Abstract

Kawasan Kowloon Hong Kong merupakan kawasan perkotaan di Hong Kong yang terdiri dari semenanjung Kowloon and New Kowloon. Kawasan ini merupakan pusat kota dari Hong Kong yang mempunyai mobilitas tinggi, dan kaya akan aktivitas. Kawasan kowloon memiliki beragam fasilitas seperti perkantoran, komersial, bisnis, fasilitas umum, residensial, konservasi, dan rerkreasi. Arsitektur kawasan sebagian besar memiliki gaya internasional atau modern yang menjadikan infrastruktur nya memiliki kualitas baik dan menjadi daya tarik bagi pengunjungnya. Kowloon merupakan kawasan yang memiliki pengunjung paling banyak dari penduduk Hong Kong karena terdapat areal perkantoran dan  wisatawan karena banyaknya fasilitas hotel daerah Tsim Sha Tsui terutama terdapat area perbelanjaan, kuliner mancanegara, dan merupakan spot paling digemari oleh para turis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep imagability dan permeability dalam pengembangan kawasan Kowloon dengan menggunakan teori Kevin Lynch. Imageability merupakan penggambaran kualitas fisik yang dimiliki suatu objek atau kawasan. Permeability merupakan kualitas aksesibilitas dan aktivitas pergerakan manusia pada suatu kawasan. Hasil dari penelitian bahwa kawasan Kowloon memiliki citra kota path, node, landmark, district, dan edge yang sangat baik dan permeability mengenai aksesibilitas blok, lebar jalur, dan hubungan jalur sangat baik sehingga dapat dinilai kawasan kowloon merupakan kawasan yang legible.

References

Adrian, M., & Setioko, B. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Identitas Kota di Kawasan Kota Tua Muara Tebo Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 13(4), 459. https://doi.org/10.14710/pwk.v13i4.18265

Aqli, W., Mauliani, L., & Anisa. (2019). Permeabilitas kawasan jalan mh. thamrin terhadap akses pejalan kaki menuju stasiun mrt bundaran hi jakarta. Arsitektur, 18(1), 75–84.

Chapman, E. H., & Lynch, K. (1962). The Image of the City. In The Journal of Aesthetics and Art Criticism (Vol. 21, Issue 1). https://doi.org/10.2307/427643

Google Street View. (n.d.). Retrieved May 5, 2020, from https://www.google.com/maps

Hahlweg, D. (1997). “The City as a Family” In Lennard, S. H., S von Ungern Sternberg, H. L. Lennard, eds. Making Cities Livable. International Making Cities Livable Conferences. Gondolier Press.

Hartanti, N. B., & Trisakti, U. (2018). KORIDOR JALAN DAN LEGIBILITY KOTA BOGOR The Influence of Street Functional Arrangement to the Imageability of Street Corridors and the Legibility of Bogor City.

Hong Kong 2030 planning Vision and Strategy. (n.d.). Retrieved June 10, 2020, from https://www.pland.gov.hk/pland_en/p_study/comp_s/hk2030/eng/finalreport/pdf/E_FR.pdf

Juliarachman, M., Astuti, I. W., Sc, M., Ph, D., Perencanaan, S., & Teknik, F. (2018). Analisis Citra Kawasan Mangkunegaran berdasarkan Penilaian Stakeholder dengan Konsep Legibility Analysis of Mangkunegaran Area Imagery based on Stakeholder Assesment with Legibility Concept. 13.

Purwantiasning, A. W., Jakarta, U. M., Bahri, S., & Jakarta, U. M. (2019). Understanding the TOD Concept of Historical Areas Through Precedent Studies. July.

Silavi T, Farshad H, Christophe C, dan F. N. (2017). The Legibility and Permeability of Cities: Examining the Role of Spatial Data and Metrics. 1–20.

Yavuz, A, dan Kuloğlu, N. (2014). Permeability as an Indicator of Environmental Quality: Physical, Function, Perceptual Components of The Environment. World Journal of Environmental Research, 29–40.

Published
2020-11-30
Section
Articles